Jumat, 16 Desember 2016
Kamis, 15 Desember 2016
teknik-teknik pembelajaran
TENIK-TEKNIK PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN INKUIRI
1. Metode inkuiriadalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.
2. Langkah – langkah pembelajaran inkuiri :
a) Menyajikan pertanyaan atau masalah: Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan di papan. Guru membagi siswa dalam kelompok.
b) Membuat hipotesis: Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan memproiritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
c) Merancang percobaan Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
d) Mengumpulkan dan menganilisis data: Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
e) Membuat kesimpulan: Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
1. metode kontruktivisme adalah bahwa belajar itu menemukan. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu masuk ke dalam pemahaman mereka. Konsrtruktivisme dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut.
Metode konstruktivisme ditekankan pada siswa seharusnya diberi tugas-tugas kompleks, sulit, dan realistis. Kemudian mereka diberi bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. Tugas kompleks itu misalnya proyek, simulasi, menulis untuk dipresentasikan.
Metode konstruktivisme ditekankan pada siswa seharusnya diberi tugas-tugas kompleks, sulit, dan realistis. Kemudian mereka diberi bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. Tugas kompleks itu misalnya proyek, simulasi, menulis untuk dipresentasikan.
2. Langkah – langkah pembelajaran konstruktivisme :
a. Tahapan pertama adalah apersepsi, pada tahap ini dilakukan kegiatan menghubungkan konsepsi awal, mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan dari materi sebelumnya yang merupakan konsep prasyarat. Misalnya : mengapa baling-baling dapat berputar?
b. Tahap kedua adalah eksplorasi, pada tahap ini siswa mengungkapkan dugaan sementara terhadap konsep yang mau dipalajari. Kemudian siswa menggali menyelidiki dan menemukan sendiri konsep sebagai jawaban dari dugaan sementara yang dikemukakan pada tahap sebelumnya, melalui manipulasi benda langsung.
c. Tahap ketiga, diskusi dan penjelasan konsep, pada tahap ini siswa mengkomunikasikan hasil penyelidikan dan tamuannya, pada tahap ini pula guru menjadi fasilitator dalam menampung dan membantu siswa membuat kesepakatan kelas, yaitu setuju atau tidak dengan pendapat kelompok lain serta memotifasi siswa mengungkapkan alasan dari kesepakatan tersebut melalui kegiatan tanya jawab.
d. Tahap keempat, pengembangan dan aplikasi, pada tahap ini guru memberikan penekanan terhadap konsep-konsep esensial, kamudian siswa membuat kesimpulan melalui bimbingan guru dan menerapkan pemahaman konseptual yang telah diperoleh melalui pembelajaran saat itu melalui pengerjaan tugas.
PEMBELAJARAN SETS
1. Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saling temas yang merupakan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Asyari (dalam Tristanti, 2011:12) mengartikan pendekatan SETS sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sains yang mengaitkan dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat sekitar. Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.
2. Langkah – langkah pembelajaran SETS :
a. Tahap invitasi
Pada tahap ini guru memberikan isu/ masalah aktual yang sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik dan dapat merangsang siswa untuk mengatasinya. Guru juga bisa menggali pendapat dari siswa, yang ada kaitannya dengan materi yang akan dibahas.
b. Tahap eksplorasi
Pada tahap ini, guru dan siswa mengidentifikasi daerah kritis penyelidikan. Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut. Data dan informasi dapat pula diperoleh melalui telekomunikasi, perpustakaan dan sumber-sumber dokumen publik lainnya. Dari sumber-sumber informasi, siswa dapat mengembangkan penyelidikan berbasis ilmu pengetahuan untuk menyelidiki isu-isu yang berkaitan dengan masalah ini. Pemahaman tentang hujan asam, misalnya, dilakukan dalam laboratorium untuk menyelidiki sifat -sifat asam dan basa. Penyelidikan ini memberikan pemahaman dasar untuk pengembangan, pengujian hipotesis, dan mengusulkan tindakan (Dass, 1999 dalam Raja, 2009).
Menurut Aisyah (2007), tahap kedua ini merupakan proses pembentukan konsep yang dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode. Misalnya pendekatan keterampilan proses, pendekatan sejarah, pendekatan kecakapan hidup, metode demonstrasi, eksperimen di labolatorium, diskusi kelompok, bermain peran dan lain-lain. Pada akhir tahap kedua, diharapkan melalui konstruksi dan rekonstruksi siswa menemukan konsep-konsep yang benar atau konsep-konsep para ilmuan. Selanjutnya berbekal pemahaman konsep yang benar siswa melanjutkan analisis isu atau masalah yang disebut aplikasi konsep dalam kehidupan.
c. Tahap solusi
Pada tahap ini, siswa mengatur dan mensintesis informasi yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan. Proses ini termasuk komunikasi lebih lanjut dengan para ahli di lapangan, pengembangan lebih lanjut, memperbaiki, dan menguji hipotesis mereka, dan kemudian mengembangkan penjelasan tentatif dan proposal untuk solusi dan tindakan. Hasil tersebut kemudian dilaporkan dan disajikan kepada rekan -rekan kelas untuk menggambarkan temuan, posisi yang diambil, dan tindakan yang diusulkan (Dass, 1999 dalam Raja, 2009).
Menurut Aisyah (2007), apabila selama proses pembentukan konsep dalam tahap ini tidak tampak ada miskonsepsi yang terjadi pada siswa, demikian pula setelah akhir analisis isu dan penyelesaian masalah, guru tetap harus melakukan pemantapan konsep melalui penekanan pada konsep-konsep kunci yang penting diketahui dalam bahan kajian tertentu. Hal ini dilakukan karena konsep–konsep kunci yang ditekankan pada akhir pembelajaran akan memiliki retensi lebih lama dibandingkan dengan kalau tidak dimantapkan atau ditekankan oleh guru pada akhir pembelajaran.
d. Tahap aplikasi
Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah diperoleh. Dalam hal ini siswa mengadakan aksi nyata dalam mengatasi masalah yang muncul dalam tahap invitasi.
e. Tahap pemantapan konsep
Guru memberikan umpan balik/ penguatan terhadap konsep yang diperoleh siswa.
PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH
1. Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey. Metode ini dinamakanProblemMethod. Sedangkan Crow&Crow dalam bukunya Human Developmentand Learning, mengemukakan nama metode ini dengan Problem SolvingMethod.
2. Langkah – langkah pembelajaran pemecahan masalah :
a. Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
b. Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
c. Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
d. Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
e. Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
f. Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
g. Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
h. Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
i. Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
j. Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
k. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
l. Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
m. Membuat kesimpulan.
PEMBELAJARAN DISKUSI
1. Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok siswa, berbicara saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak ingin mencari jawaban / penyelesaian problem dari segala segi dan kemungkinan yang ada.
2 Langkah – langkah pembelajaran diskusi :
a.Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternative untuk dipilih dan didiskusikan.
b. Mengidentifikasi dan menetapkan satu atau beberapa sumber bahan bacaan atau informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, sehingga kalau memasuki arena diskusi diharapkan telah membawa bahan pemikiran.
c.Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi kelompok diskusi.
d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
PEMBELAJARAN TANYA JAWAB
1. Metodetanyajawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
2. Langkah – langkah pembelajaran tanya jawab :
a. Merumuskan tujuan tanyajawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
b. Mencari alasan pemilihan metodetanyajawab.
c. Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
d. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
e. Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.
PEMBELAJARAN PENUGASAN
1. Metode Penugasan atau metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa. Tugas-tugas itu dapat berupa mengikhtisarkan karangan, (dari surat kabar, majalah atau buku bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan.
2. Langkah – langkah pembelajaran penugasan :
a) Rumuskan permasalahannya dengan jelas.
b) Lakukan pembagian tugas serta deskripsikan masing-masing tugas itu.
c) Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan.
d) Rumuskan apa yang diharapkan untuk dicapai dari setiap kegiatan.
e) Buat kesimpulan menyeluruh.
f) Usahakan agar hasil dari tugas itu dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui banyak orang.
PEMBELAJARAN DEMONSTRASI
1. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan
2. Langkah – langkah pembelajaran demonstrasi :
a. Perencanaan
Hal yang dilakukan adalah:
· Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh setelah metode demonstrasi berakhir.
· Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.
· Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.
· Selama demonstrasi berlangsung, seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah:
· Keterangan-keterangannya dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik.
· Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap peserta didik dapat melihat.
· Peserta didik disarankan membuat catatan yang dianggap perlu.
· Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan peserta didik.
b. Pelaksanaan
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
· Memeriksa hal-hal di atas untuk kesekian kalinya.
· Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian peserta didik.
· Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.
· Memperhatikan keadaan peserta didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.
· Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.
· Menghindari ketegangan, oleh karena itu guru hendaknya selalu menciptakan suasana yang harmonis.
c. Evaluasi
Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan.
1. Metode ilmiah adalah langkah langkah yang ditempuh oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan pertanyaan atas masalah masalah dan keingintahuan nya terhadap fenomena fenomena yang terjadi sehingga dihasilkan jawaban yang akurat dan obyektif sehingga mampu diterima secara universal dan dianggap valid.
2. Langkah – langkah pembelajaran karya ilmiah :
a) Melakukan identifikasi masalah
b) Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
c) Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
d) Merumuskan hipotesis (suatu generalisasi) yang merupakan tebakan ilmiah yang menjelaskan data data yang ada dan menyarankan langkah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk penelitian yang lebih lanjut
e) Menguji hipotesis secara setepat mungkin dengan cara mengumpulkan data data baru
f) Melakukan konfirmasi, modifikasi ataupun menolak hipotesis apabila memperoleh temuan temuan baru.
Senin, 21 November 2016
RPP SBM
STRATEGI BELAJAR DAN MENGAJAR KIMIA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
POTENSIAL SEL
OLEH :
Nama : Anita Mesiyana
NIM : ACC 114 034
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
PALANGKA RAYA
2016
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Sekolah : SMA
............
Matapelajaran : Kimia
Kelas/Semester
: XII/Ganji
MateriPokok : Elektrokimia
Sub pokok bahasan : Potensial
Sel
A.
KOMPETENSI
INTI(KI)
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami
,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
B.
KOMPETENSI
DASAR (KD) DAN INDIKATOR:
KD dari KI 3:
3.3 Menerapkan hukum/aturan dalam perhitungan terkait sel
elektrokimia.
Indikator:
-
Menemukan dan
mendeskripsikan pengertian dari potensial sel dari contoh reaksi sel volta.
-
Memprediksi/
menganalisis berlangsung atau tidaknya reaksi berdasarkan deret volta.
-
Menghitung
potensial sel (Ɛºsel) menggunakan data potensial standar.
KD dari KI 4
4.3 Memecahkan masalah terkait dengan perhitungan sel elektrokimia
4.4 Menciptakan ide/gagasan produk sel elektrokimia.
Indikator
:
-
Menyampaikan
pendapatnya mengenai potensial sel
-
Mengkomunikasikan
hasil diskusi terkait potensial sel secara lisan/tertulis menggunakan tata
bahasa yang benar.
-
Menyelesaiakan soal-soal terkait
potensial sel dengan benar.
C.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Setelah
mengikuti proses pembelajaran, diharapkan :
Sikap
-
Siswa menunjukkan sikap
ingin tahu dan ketertarikan dalam permasalahan yang bersangkutan dengan
potensial sel.
-
Siswa menunjukkan sikap
disiplin, demokratis, percaya diri, dan bekerjasama dalam diskusi untuk
menyelesaikan permasalahan yang bersangkutan dengan potensial sel.
Pengetahuan
-
Siswa mampu menemukan dan
mendeskripsikan pengertian dari potensial sel dari contoh reaksi sel volta.
-
Siswa mampu menghitung potensial
sel (Ɛºsel) menggunakan data potensial standar.
-
Siswa mampu memprediksi/ menganalisis berlangsung atau tidaknya reaksi berdasarkan
deret volta.
Keterampilan
-
Siswa dapat menyampaikan pendapatnya mengenai potensial sel
-
Siswa dapat mengkomunikasikan
hasil diskusi terkait potensial sel secara lisan/tertulis menggunakan tata
bahasa yang benar.
-
Siswa dapat menyelesaiakan soal-soal terkait potensial
sel dengan benar.
D.
Materi Pembelajaran
Materi
Prasyarat : Reaksi Redoks dan Sel
volta
Materi
Inti :Potensial Sel
POTENSIAL SEL
Perhatikan
Gambar Berikut Ini!
Pada gambar
rangkaian sel Volta di atas, logam Zn teroksidasi dengan melepas elektron
membentuk ion Zn 2+. Elektron yang terlepas akan mengalir melalui
rangkaian kawat menuju katoda. Elektron di katoda selanjutnya ditangkap oleh
ion Cu2+ dalam larutan dan membentuk endapan Cu. Adanya aliran
listrik berupa aliran elektron ini disebabkan oleh beda potensial antara
elektroda Zn dengan elektroda Cu. Beda potensial ini dalam sel elektrokimia
disebut potensial sel (Esel). Reaksi
keseluruhannya dapat dituliskan sebagai berikut:
Zn2+(aq) + 2e àZn(s) E0
= -0,76 volt
Cu2+(aq) + 2e àCu (s) E0 =0,34 volt
Reaksi redoks
pada sel elektrokimia merupakan gabungan dari dua setengah reaksi oksidasi dan
reduksi. Dengan demikian, nilai potensial sel (E sel) adalah jumlah dari
potensial setengah reaksi oksidasi yang disebut potensial oksidasi (Eoksidasi) dan potensial
setengah reaksi reduksi yang disebut dengan potensial reduksi (Ereduksi).
Nilai Eselbergantung pada suhu dan
konsentrasi zat. Apabila pengukuran dilakukan pada kondisi standar, yaitu pada
suhu 25ºC dengan konsentrasi ion-ion 1 M dan tekanan gas 1 atm, disebut
potensial elektroda standar dan diberi lambang E0. Nilai potensial
elektroda standar (E0) dari
berbagai elektroda diberikan pada tabel berikut.
Berdasarkan tabel diatas,
disimpukan,
§ Semakin
positif nilai Eº, maka sifat reduktornya semakin kuat.
§ Semakin
negatif nilai Eº, maka sifat oksidaktornya semakin kuat.
PERHITUNGAN
POTENSIAL SEL
Dalam pengukuran potensial
elektroda, digunakan elektroda hidrogen sebagai pembanding. Elektroda hidrogen
dapat bertindak sebagai anoda ataupun katoda bergantung pada jenis elektroda
yang akan diukur potensialnya. Perhatikan contoh pengukuran potensial elektroda
(E0) Cu dan Zn pada gambar berikut!
|
H2(g) à 2H+(aq)
+ 2e_ Cu2+
(aq) + 2e_à Cu
(s)
|
Gambar potensial
elektroda Cu dan Zn dengan elektroda hidrogen
Pada penentuan E0 untuk
Zn dan Cu di atas, kita dapat melihat bahwa elektroda pembanding hidrogen dapat
tereduksi di katoda atau teroksidasi di anoda.
Oksidasi
: Zn2+(aq) + 2e àZn(s) E0
= -0,76 volt
Reduksi : Cu2+(aq)
+ 2e àCu (s) E0 =+0,34 volt
Hal ini menunjukkan bahwa setengah
reaksi reduksi adalah kebalikan dari setengah reaksi oksidasi. Nilai E0reduksisama dengan E0oksidasidengan tanda
berlawanan.
|
Ɛ0reduksi = - Ɛ0oksidasi
|
Sehingga:
Oksidasi
: Zn(s)à Zn2+(aq) + 2e E0
= +0,76 volt
Reduksi : Cu2+(aq) + 2e àCu (s) E0
=+0,34 volt +
Zn(s)
+ Cu2+(aq)à Zn2+(aq)
+ Cu(s) E0 = +1,10 volt
Atau dapat dihitung dengan persamaan
|
Ɛ0sel= Ɛ0reduksi - Ɛ0oksidasi
|
MEMPERKIRAKAN BERLANGSUNGNYA
REAKSI
Memperkirakan berlangsungnya suatu reaksi dapat
dilakukan dengan menentukan tanda potensial sel. Jika tanda potensial sel
positif, reaksi berlangsung (spontan), dan apabila tanda potensial sel negatif,
reaksi tidak berlangsung (tidak spontan). Perkiraan tersebut dapat di
perkirakan berdasarkan deret Volta sebagai berikut.
Reaksi dapat berlangsung antara logam di sisi kiri
dengan logam di sisi kanannya.
E.
Pendekatan dan Metode
Pembelajaran
Pendekatan
: Scientific
Model
: Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem based learning)
Metode
: Ceramah Bermakna, Diskusi
dan Tanya Jawab
F.
MEDIA,
ALAT, DAN SUMBER BELAJAR
a. Media
Ø LCD
b. Alat
c. Sumber belajar
Ø Lembar
Kerja Siswa (LKS)
Ø Table
potensial reduksi
Ø Power
point
Ø Buku-buku
kimia kelas XII IPA
Ø Artikel dari Internet
G.
LANGKAH-LANGKAH PEMEBELAJARAN
|
Fase
|
KegiatanPembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahuluan
|
·
Salam pembuka
·
Doa
·
Mengecek kehadiran siswa
·
Apersepsi
Apersepsi
·
Guru menggali pengetahuan siswa tentang materi sebelumnya, yaitu sel
volta.
·
Guru memeberikan motivasi kepada siswa berupa memberikan pertanyaan
seperti:
Ø Perubahan energy apa yang terjadi pada sel volta?
Ø Bagaimana penulisan lambang sel volta?
·
Kalian sudah mengetahui susunan sel volta dan penulisan lambangnya,
tetapi apakah kalian mengetahui berapa besar arus listrik yang di hasilkan?
Nah besarnya arus listrik ini dapat kita hitung menggunakan potensial sel.
Untuk itu kita hari ini akan mempelajari tentang bagaimana perhitungan
potensial sel dalam sel volta.
|
10 menit
|
|
Kegiatan inti
|
Orientasi Masalah (Orientation)
|
70 menit
|
|
·
Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran.
·
Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
·
Guru menginstruksikan siswa agar membentuk kelompok dengan beranggota
4-5 orang.
·
Guru membagikan table potensial reduksi dan LKS kepada siswa.
·
Guru menampilkan penggalan materi.
·
Siswa
membaca/mengamati/mendiskusikan tentang problem yang di tampilkan guru dengan
table potensial reduksi yang
diberikan.
·
Siswa menuliskan kata-kata/istilah penting dari
materi. (Mengamati)
Mengamati (Observing)
|
||
|
Identifikasi Masalah (Defining the Problem)
|
||
|
·
Guru mendorong siswa agar bertanya terkait degan
materi dari kata penting yang telah di tulis.
·
Menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan bahanbacaan/observasi (Bagaimana: pengertian dari
potensial sel? Bagaimana menghitung perhitungan potensial sel (Ɛºsel)? Bagaimna memprediksi reaksi
terjadi atau tidak dalam sel?)
Menanya(Questioning)
|
||
|
Pembelajaran Mandiri (Self Learning)
|
||
|
·
Siswa mengumpulkan informasi tentang materi baik
secara individu ataupun berkelompok dari berbagai sumber.
Mengumpulkan data (Data Collecting)
|
||
|
Pertukaran Pengetahuan (Exchange Knawledge)
|
||
|
·
Siswa berdiskusi dalam pandangannya masing-masing
terkait jawaban yang harus mereka rumuskan berdasarkan data yang mereka
kumpulkan.
·
Siswa mengerjakan LKS yang telah dibagi kepada
siswa sebagai penuntun untuk mencapai kesimpulan.
Mengasosiasi (Associating)
|
||
|
Penilaian (Assessment)
|
||
|
·
Guru meminta salah satu kelompok untuk
mengkomunikasikan hasil diskusi secara lisan/tertulis di depan kelas dengan
menggunakan tata bahasa yang benar.
·
Guru memberikan kesempatan kelompok lain untuk
menanggapi hasil diskusi kelompok yang maju.
·
Guru menegaskan dan mengevaluasi hasil analisa atau simpulan dari
siswa.
Mengkomunikasikan (communicating)
|
||
|
Penutup
|
Menutup pelajaran
·
Memberikan tugas kepada siswa, berupa soal-soal yang berhubungan
denganpenerapan reaksi redoks dalam menyetarakan reaksi dan sel volta.
·
Guru meminta siswa agar menghapal deret volta.
·
Guru mengakhiri kegiatan belajar dan menginformasikan tentang materi yang akan
di pelajari pada pertemuan selanjutnya.
·
Guru menutup pertemuan dengan salam.
|
10 menit
|
H.
PENILAIAAN
1.
Sikap
i.
Teknik penilaian: Observasi
ii.
Bentuk intrumen: Skala lajuan
iii.
Tujuan:
-
Siswa menunjukkan sikap
ingin tahu dan ketertarikan dalam permasalahan yang bersangkutan dengan
potensial sel.
-
Siswa menunjukkan sikap
disiplin, demokratis, percaya diri, dan bekerjasama dalam diskusi untuk
menyelesaikan permasalahan yang bersangkutan dengan potensial sel.
iv.
Instrumen penilaian:
Lembar Pengamatan Penilaian Afektif
peserta didik
|
No
|
Nama
|
Ingin tahu
|
Ketertarikan
|
Disiplin
|
Demokratis
|
Percaya diri
|
Kerjasama
|
Rata-rata
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skala lajuan
tersebut diisi dengan menuliskan angka 1 sampai dengan 5 sesuai kriteria
berikut:
1.
Sangat baik (A)
(5) 4.
Kurang (D) (2)
2.
Baik (B)
(4) 5.
Sangat kurang (E) (1)
3.
Cukup (C)
(3)
2.
Pengetahuan
a.
Teknik
Penilaian : Ulangan harian
b.
Bentuk
Penilaian : Uraian
c.
Instrumen
penilaian: terlampir
d.
Tindak
Lanjut : Bagi
peserta didik yang telah mencapai KKM diberikan pengayaan sedangkan bagi
peserta didik yang belum mencapai KKM diberikan remedial.
LAMPIRAN
Instrumen
Penilaian
Nama :
NIS :
Kelas :
|
No
|
Soal dan
Jawaban
|
Skor
|
|
·
Menemukan
dan mendeskripsikan pengertian dari potensial sel dari contoh reaksi sel
volta.
|
||
|
1
|
Apa yang
dimaksud dengan potensial sel?
Jawab:
Adanya aliran
listrik berupa aliran elektron ini disebabkan oleh beda potensial antara
elektroda
Beda
potensial ini dalam sel elektrokimia disebut potensial sel
|
20
|
|
·
Menghitung perhitungan potensial sel (Ɛºsel) menggunakan data potensial standar.
|
||
|
2
|
Suatu sel
volta terdiri atas elektrode Cu dalam larutan CuSO4 dan elektrode hidogen
standar. Voltmeter menunjukkan angka 0,34. Tentukan harga potensial elektrode
Cu!
Jawab:
Reduksi :
Cu2+(aq) + 2 e– à Cu(s)
Oksidasi :
H2(g) à 2 H+(aq) + 2 e–
E°sel =
E°katode – E°anode
E°sel = E°
Cu2+/Cu – E° H2/H
+ 0,34 = E°
Cu2+/Cu – 0 E°
Cu2+/Cu = 0,34 volt
|
20
|
|
3
|
Diketahui
harga potensial reduksi standar sebagai berikut.
Cu2+(aq) + 2
e– à Cu(s)
E° = 0,34 volt
Ag+(aq) + 1
e– à Ag(s)
E° = 0,80 volt
Tentukan
harga potensial sel Cu(s)/Cu2+(aq) || Ag+(aq)/Ag(s)!
Jawab:
Reduksi :
Ag+(aq) + 1 e– à Ag(s) | x2
E° = 0,80 volt
Oksidasi : Cu(s) à Cu2+(aq) + 2 e– E° = –0,34 volt +
Reaksi
sel: 2 Ag+(aq) + Cu(s) à 2 Ag(s) + Cu2+(aq) E°
= 0,46 volt
|
20
|
|
·
Siswa mampu memprediksi/
menganalisis berlangsung atau tidaknya reaksi berdasarkan deret volta.
|
||
|
4
|
Diketahui
Ca2+(aq) + 2e
à Ca(s) E° = -2,87 volt
Ag+(aq) + e à Ag(s) E° = +0,80 volt
Apakah reaksi
berikut : Ca2+ (aq) + 2Ag+ (aq) à Ca (s) + 2Ag+ (aq) dapat
berlangsung spontan?
Jawab:
Esel = E°
katoda – E°anoda
= E°Ca – E°Ag
= -2,87 – (0,80) volt
= -3,67 volt
Esel < 0 (negatif), berarti reaksi tersebut tidak spotan
|
20
|
|
5
|
Jika terdapat
data sebagai berikut:
E0
Cu2+/Cu = +0,337 V
E0
Mg2+/Mg = -2,370 V
Tentukan
apakah reaksi tersebut berlangsung spontan atau tidak!
Jawab:
E0sel
=E0reduksi
- E0oksidasi
= E0 Mg - E0
Cu
= 2,370 – (-0,337) = -2,033 V
Harga
potensial selnya negative sehingga reaksi tidak berlangsung spontan.
|
20
|
|
|
Skor Total
|
100
|
3.
Keterampilan
Teknik penilaian : Observasi
Jenis penilaian :
Penilaian Praktik
Tujuan :
-
Siswa dapat menyampaikan pendapatnya mengenai potensial sel
-
Siswa dapat mengkomunikasikan
hasil pembahasan secara lisan/tertulis menggunakan tata bahasa yang benar.
-
Siswa dapat menyelesaiakan soal-soal terkait potensial
sel dengan benar.
Penilaian dilakukan dengan cara
mengamati aktivitas diskusi siswa dan saat mengerjakan LKS
Format Asasmen Kinerja Psikomotor
Nama :
NIS :
Kelas :
|
No
|
Rincian Tugas Kinerja
|
Skor Maksimum
|
Skor
|
Keterangan
|
|
1
|
Menyelesaiakan soal-soal terkait potensial sel
dengan benar.
|
15
|
|
|
|
2
|
Menyampaikan pendapatnya
mengenai potensial sel
|
15
|
|
|
|
3
|
15
|
|
|
|
|
|
Skor Total
|
45
|
|
|
|
Penilaian =
|





